skip to main | skip to sidebar
Winnie The Pooh Glitter

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma

Link Gunadarma

  • Baak
  • Staffsite
  • Studentsite
  • V-Class

About me

Unknown
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Archivo del blog

  • ▼ 2017 (16)
    • ▼ Maret (15)
      • Jurnal 12 : Perpajakan Internasional dan Penetapan...
      • Jurnal 11 : Manajerial Resiko Keuangan
      • Jurnal 10 : Perencanaan dan Pengendalian Manajerial
      • Jurnal 9 : Analisis Laporan Keuangan Internasional
      • Jurnal 8 : Standar Audit dan Akuntansi Global
      • Jurnal 7 : Pelaporan dan Perubahan Harga
      • Jurnal 6 : Translasi Mata Uang Asing
      • Jurnal 5 : Pelaporan dan Pengungkapan
      • Jurnal 4 : Akuntansi Komperatif Amerika dan Asia
      • Jurnal 3 : Akuntansi Komperatif Eropa
      • Jurnal 2 : Perkembangan Akuntansi Intenasional
      • Jurnal 1 : Pengertian Akuntansi Intenasional
      • C
      • B
      • A
    • ► Januari (1)
  • ► 2016 (8)
    • ► Juni (5)
    • ► Mei (1)
    • ► April (1)
    • ► Maret (1)
  • ► 2015 (9)
    • ► Desember (2)
    • ► November (2)
    • ► April (3)
    • ► Maret (1)
    • ► Januari (1)
  • ► 2014 (18)
    • ► Oktober (4)
    • ► Juli (1)
    • ► Mei (10)
    • ► April (1)
    • ► Januari (2)
  • ► 2013 (21)
    • ► Desember (7)
    • ► November (5)
    • ► Oktober (8)
    • ► Januari (1)

Followers

Do what you love, Love what you do:))

Jumat, 20 Januari 2017

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

I.            Latar Belakang
Perkembangan dunia bisnis yang begitu cepat dan dinamis pada saat ini, tentunya harus diimbangi dengan aturan-aturan atau norma-norma yang dapat mengatur bisnis itu sendiri. Kegiatan bisnis tersebut dapat mendatangkan manfaat dan laba yang optimal bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Jika kita ingin mencapai target keberhasilan di era globalisasi, sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain, yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat dan menghindari sikap yang kurang etis. Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, optimis bahwa salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi.
Etika bisnis adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis. Masalah etika dan ketaatan pada hukum yang berlaku merupakan dasar yang kokoh yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis dan akan menentukan tindakan apa dan perilaku bagaimana yang akan dilakukan dalam bisnisnya.
Dunia bisnis yang bermoralkan mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatan bisnis yang baik dan seimbang, selaras serta serasi. Etika sebagai suatu rambu-rambu suatu kelompok masyrakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji yang harus dipatuhi dan dilaksanakannya. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis tersebut serta kelompok yang terkait lainnya.

II.            Pengertian Etika Bisnis
Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” berarti adat istiadat atau kebiasaan. Hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satu generasi ke generasi lainnya.
Pengertian tersebut relative sama dengan moralitas. Moralitas berasal dari bahasa Latin “Mos” yang dalam bentuk jamaknya “Mores” berarti adat istiadat atau kebiasaan. Jadi, pengertian secara umum, etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagaimana manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang konsisten dan berulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan.
Menurut Velasquez (2005) dalam buku Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis, etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.

III.            Permasalahan-permasalahan Dalam Etika Bisnis
Menurut Agus Arijanto (2011:7), permasalahan yang dihadapi dalam etika bisnis pada dasarnya ada tiga jenis masalah, yaitu:
1.      Sistematik, yaitu masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hokum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.      Korporasi, yaitu permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas, aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3.      Individu, yaitu permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul seputar individu-individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan, dan karakter individual.

IV.            Pengertian Etika Profesi
Agus Arijanto (2011:27) mengartikan bahwa profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Dengan demikian, profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi serta mempunyai komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaan itu.

V.            Ciri-ciri Umum Profesi
          Adapun ciri-ciri umum dari profesi adalah:
1.      Memiliki keahlian dan keterampilan khusus
2.      Adanya komitmen moral yang tinggi
3.      Profesional atau hidup dari profesinya
4.      Mempunyai tujuan mengabdi untuk masyarakat
5.      Memiliki sertifikasi maupun izin atas profesi yang dimilikinya

VI.            Prinsip-prinsip Etika Bisnis
            Pada umumnya, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, dan prinsip-prinsip ini sangat berhubungan erat terkait dengan sistem nilai-nilai yang dianut di kehidupan masyarakat.
            Menurut Sonny Keraf (1998) dalam buku yang ditulis oleh Agus Arijanto (2011), prinsip-prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:
1.      Prinsip Otonomi
adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2.      Prinsip Kejujuran
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3.      Prinsip Keadilan
Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
4.      Prinsip Saling Menguntungkan (mutual benefit principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa, sehingga menguntungkan semua pihak.
5.      Prinsip Integritas Moral
Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan maupun perusahaannya.

VII.            Prinsip-prinsip Etika Profesi
            Dalam tuntutan profesional sangat erat hubungannya dengan suatu kode etik untuk masing-masing profesi. Kode etik berhubungan dengan prinsip etika tertentu yang berlaku untuk suatu profesi. Prinsip-prinsip etika pada umumnya berlaku bagi semua orang, serta berlaku pula bagi kaum profesional. Adapun prinsip-prinsip etika profesi adalah:
1.      Prinsip Tanggung Jawab
Yaitu salah satu prinsip pokok bagi kaum profesional. Orang yang profesional sudah dengan sendirinya berarti bertanggungjawab atas profesi yang dimilikinya. Dalam melaksanakan tugasnya, dia akan bertanggung jawab dan akan melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin dengan standar diatas rata-rata, dengan hasil maksimal serta mutu yang terbaik.
2.      Prinsip Keadilan
Yaitu prinsip yang menuntut seseorang yang professional agar dalam melaksanakan profesinya tidak akan merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu, khususnya orang-orang yang dilayani dalam kaitannya dengan profesi yang dimilikinya.
3.      Prinsip Otonomi
Yaitu prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional dalam menjalankan profesinya. Sebenarnya hal ini merupakan konsekuensi dari hakikat profesi itu sendiri. Karena hanya mereka yang profesional, ahli, dan terampil dalam bidang profesinya, sehingga tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam pelaksanaan profesi tersebut.
4.      Prinsip Integritas Moral
Yaitu prinsip yang berdasarkan pada hakikat dan ciri-ciri profesi di atas, terlihat jelas bahwa orang yang profesional adalah juga orang yang mempunyai integritas pribadi atau moral yang tinggi. Oleh karena itu, mereka mempunyai komitmen pribadi untuk menjaga keluhuran profesinya, nama baiknya, dan juga kepentingan orang lain maupun masyarakat luas.

VIII.            Kasus

Kredit Macet Rp 52 Miliar, Akuntan Publik Diduga Terlibat

JAMBI, KOMPAS.com – Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada 2009, diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet. Hal ini terungkap setelah pihak Kejati Jambi mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut pada kredit macet untuk pengembangan usaha di bidang otomotif tersebut.
Fitri Susanti, kuasa hukum tersangka Effendi Syam, pegawai BRI yang terlibat kasus itu, Selasa (18/5/2010) mengatakan, setelah kliennya diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan para saksi, terungkap ada dugaan kuat keterlibatan dari Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan dan konfrontir keterangan tersangka dengan saksi Biasa Sitepu terungkap ada kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam mengajukan pinjaman ke BRI.
Ada empat kegiatan data laporan keuangan yang tidak dibuat dalam laporan tersebut oleh akuntan publik, sehingga terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsinya. “Ada empat kegiatan laporan keuangan milik Raden Motor yang tidak masuk dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI, sehingga menjadi temuan dan kejanggalan pihak kejaksaan dalam mengungkap kasus kredit macet tersebut,” tegas Fitri.
Keterangan dan fakta tersebut terungkap setelah tersangka Effendi Syam diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus tersebut di Kejati Jambi.
Semestinya data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan ke BRI saat itu harus lengkap, namun dalam laporan keuangan yang diberikan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data yang diduga tidak dibuat semestinya dan tidak lengkap oleh akuntan publik.
Tersangka Effendi Syam melalui kuasa hukumnya berharap pihak penyidik Kejati Jambi dapat menjalankan pemeriksaan dan mengungkap kasus dengan adil dan menetapkan siapa saja yang juga terlibat dalam kasus kredit macet senilai Rp 52 miliar, sehingga terungkap kasus korupsinya.
Sementara itu pihak penyidik Kejaksaan yang memeriksa kasus ini belum mau memberikan komentar banyak atas temuan keterangan hasil konfrontir tersangka Effendi Syam dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik tersebut.
Kasus kredit macet yang menjadi perkara tindak pidana korupsi itu terungkap setelah kejaksaan mendapatkan laporan adanya penyalahgunaan kredit yang diajukan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor. Dalam kasus ini pihak Kejati Jambi baru menetapkan dua orang tersangka, pertama Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor yang mengajukan pinjaman dan tersangka Effedi Syam dari BRI yang saat itu menjabat sebagai pejabat penilai pengajuan kredit. (Sumber: KOMPAS.com, 2010)

IX.            Analisis
Kode etik berhubungan dengan prinsip etika tertentu yang berlaku untuk suatu profesi. Dalam kasus ini, seorang akuntan publik yang bernama Biasa Sitepu sudah melanggar prinsip kode etik yang ditetapkan oleh KAP (Kantor Akuntan Publik). Menurut Sonny Keraf (1998) prinsip-prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:
1.      Prinsip Otonomi                            : Biasa Sitepu telah melanggar prinsip ini, yaitu dia telah
                                                         melakukan tugas yang tidak baik untuk dilakukan
                                                         (memanipulasi laporan keuangan Raden Motor).
2.      Prinsip Kejujuran                           : Biasa Sitepu melaksanakan tugasnya dengan tidak jujur
                                                         karena dia memanipulasi laporan keuangan Raden Motor
                                                         yang diperintahkan oleh pemilik Raden Motor (Zein
                                                         Muhammad).
3.      Prinsip Keadilan                            : Biasa Sitepu telah melanggar prinsip ini karena dia telah
                                                         merugikan pihak Bank BRI yaitu memanipulasi laporan
                                                         keuangan Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman
                                                         uang dari Bank BRI.
4.      Prinsip Saling Menguntungkan     : Biasa Sitepu melakukan tugasnya dengan curang
                                                         sehingga menguntungkan dirinya sendiri bukan semua
                                                         pihak.
5.      Prinsip Integritas Moral                : Biasa Sitepu tidak dapat dipercaya karena telah
                                                         melanggar prinsip yang telah dipegangnya. Awalnya dia
                                                         tidak mengakui kecurangan yang telah dia lakukan
                                                         hingga akhirnya diperiksa oleh pihak penyidik.
6.      Prinsip Tanggung Jawab               : Biasa Sitepu tidak profesional dalam menjalankan
                                                         pekerjaannya sebagai akuntan publik, sehingga bisa
                                                         dikatakan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas
                                                         pekerjaan yang ia lakukan.

X.            Kesimpulan
BRI Cabang Jambi pada tahun 2009 mengalami kredit macet sebesar Rp 52 Miliar. Kasus kredit macet itu terungkap setelah kejaksaan mendapatkan laporan adanya penyalah gunaan kredit yang diajukan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor. Akuntan publik telah melanggar semua prinsip-prinsip kode etik profesi, karena telah melakukan kecurangan dalam membuat laporan keuangan untuk Raden Motor.

XI.            Solusi
           Solusi yang tepat untuk kasus kredit macet adalah :
1.      Seharusnya perusahaan Raden Motor membuat laporan keuangan yang diajukan ke Bank BRI    harus lengkap dan telah sesuai dengan ketentuan dari Bank BRI
2.      Tersangka Effendi Syam dari pihak Bank BRI, yang saat itu menjabat sebagai pejabat penilai     pengajuan kredit, seharusnya teliti dalam melakukan tugasnya untuk menerima pengajuan kredit dari pihak Raden Motor.
3.      Biasa Sitepu selaku seorang akuntan publik seharusnya bertindak profesional dan jujur dalam    melakukan tugasnya. Apabila ada keganjalan dalam laporan keuangan perusahaan Raden Motor, beliau harus mengakuinya. Sebagai seorang akuntan publik, Biasa Sitepu telah melanggar etika profesi dan tidak mengikuti undang-undang yang berlaku.


DAFTAR PUSTAKA :
  • Agus Arijanto. 2011. Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
  • Akuntan Publik Diduga Terlibat. www.kompas.com. Diakses tanggal 9 November 2016
Diposting oleh Unknown di 01.44 0 komentar
Label: Etika Profesi Akuntansi

Selasa, 14 Juni 2016

To Mother Earth, With Love

            There are too many cars on the streets in our city. Those cars produce much smoke that polluted the air. We also have another problem: there are not enough trees in our city. Most of the space is used for buildings. If we don’t do anything about the problems, the air pollution is going to get worse.
·         Start taking public transportation
·         We must plant more trees
·         Save some space for the trees
            Life has been difficult for the villagers for the last ten years. Some rich city people cut down the forests. There has been some forest fires as well. As a result, the land is eroded. In rainy seasons, the village gets flooded. On ther other hand, in dry seasons, clear water is difficult to get because rivers and streams dry out. The villagers have to walk some kilometers away to find clear water.
·         Let’s help the villagers!
·         Stop forest destruction!
·         The government must provide clean water for the villagers!
Our nature lover is collecting money for our national park. The wildlife’s habitat is damaged. Some irresponsible people cut down the trees and hunt the animals illegally. If you are interested in supporting the project, you  can give your donation to us. Thank you for your participation.
·         Save our national park!
·         We must return the animals their habitat!
·         Donate your money to our project now!
Diposting oleh Unknown di 02.31 0 komentar
Label: Bahasa Inggris Bisnis 2

The Ujung Kulon Nature Reserve


             The main attraction in Ujung Kulon nature reserve is the single-horned rhinoceros. Many visitors come to look at this endangered species-it almost disappears. The single-horned rhinoceros exists only in Java. It is about three meters long and one and a half meters tall. It weighs about 2,200 kgs, but it can still run fast. Rhinoceros is most active during the night. So, people rarely encounter this animal during the day.
            If you take public transportation, you need to change several times to get to Ujung Kulon. You can reach this destination in approximately ten hours. First, take the minibus from Jakarta or Bogor to Labuhan. This bus ride will take approximately four hours. From Labuhan, you have to take a boat to Pulau Peucang. This will take another five to six hours. From Pulau Peucang, take a boat to Ujung Kulon. It takes about 20 minutes.
            To explore Ujung Kulon, you need to hike for seven kms. The ground is damp or wet. There are steep rises and fallen trees. You have to cross streams but they are not very deep. You can step or large rocks so your feet do not get wet. If you’re lucky you can encounter rhinos, deer, and other animals. You can hear many birds. The trail through Ujung Kulon National Park is full of obstacles and surprises.
Diposting oleh Unknown di 02.31 0 komentar
Label: Bahasa Inggris Bisnis 2

Poem



It has been said with certainty
That only God can grow a tree
Humans do not understand
That trees are part of God’s great plan

Let’s pray that humans show more respect
And not cut down trees, instead reflect
That it takes years for a tree to grow
It’s not necessary for the tree to go

If it is possible, please show mercy
Never cut down unless truly necessary
Let God knw that we understand
That trees are God’s  great gift to man
Diposting oleh Unknown di 02.30 0 komentar
Label: Bahasa Inggris Bisnis 2

Monsters, Inc



              Monsters inc is a digitally animated film. This comedy is produced by Disney and Pixar Animation. The setting is a fantasy world of funny and colorful monsters. She creates a lot of trouble there. Sully, a big blue monster and Mike, a green monster with only one eye, have a mission to send the girl back to the world of humans,
            Strangely though, these monsters are actually afraid of children because they think children are toxic. One day, a little girl walks into her closet and steps into the monsters world. The voices of these monsters are supplied by well-known actors, such as Billy Crystal and John Goodman. These monsters work in a factory called Monsters, Inc…. they have to scare little kids in their sleep.
            On the whole, Monster, Inc is good entertainment for the family. Kids will be thrilled to see this movie. This movie is very funny. It offers lots of action and move fast from one scene to another. Moreover, there is no foul language or crude humor in this movie.
Diposting oleh Unknown di 02.29 0 komentar
Label: Bahasa Inggris Bisnis 2

Communication Technology



          Communication gadgets such as the telephone and computer have improved rapidly. Because of those fast improvements, we are able to catch up with the latest information. In the future, we can expert more sophisticated devices to be invented. They will make communication more efficient.
            Millions of people around the world use cellular phones because of the benefits. These cordless tools have a lot of advantages. With a cellular phone, we can make calls and send texts or picture message to other people all over the world. The next generation of cellular phone allows us to play games in our free time and listen to music and news. With the latest model, we can even take pictures with the camera installed in our cell-phone.
            Many business people and other professionals now use a palm tool, a personal digital assistant (PDA), as their personal computer. This handy device is very practical. Because a PDA is small and light, people can easily access their emails and websites when they are outside their office.
            Along with the unceasing development of technology, experts have created a smart phone. A smartphone is a mobile phone that has the ability to use and functions that resemble computer. A smartphone is a small computer that has the ability of a telepon. Smartphone has the ability to display photos, play videos, check and send e-mail, and browse the information on the Web
Diposting oleh Unknown di 02.28 0 komentar
Label: Bahasa Inggris Bisnis 2
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod